Lampung Utara — Sebagai upaya pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal, Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora) menggelar Pelatihan Kewirausahaan Pemuda Miskin Ekstrem di Gedung Pusiban Agung Kabupaten Lampung Utara, dengan tema “Wirausaha Muda Mandiri, Indonesia Tangguh: Pengentasan Kemiskinan Melalui Pengembangan Kewirausahaan Pemuda Berbasis Sumber Daya Lokal”, Kamis, 30 Oktober 2025
Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Lampung Utara yang diwakili Asisten I Mat Soleh, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Martahan Samosir, dua orang perwakilan Kemenpora, perwakilan Bank Lampung, Sekretaris HIPMI Lampung Utara, dan perwakilan Forum Kewirausahaan Pemuda (FKP). Sebanyak 91 pemuda peserta mengikuti pelatihan ini dengan antusias.
Dalam laporan kegiatan yang disampaikan oleh Ketua Tim Kemandirian Pemuda Kemenpora, Abdullah Mas’ud, mewakili Asdep Bina Kepemudaan Badan Usaha & Swasta Kemenpora, disebutkan bahwa Lampung Utara menjadi titik keempat penyelenggaraan pelatihan kewirausahaan pemuda dengan jumlah peserta mencapai 100 orang berusia maksimal 30 tahun.
Mewakili Bupati Lampung Utara, Asisten I dalam sambutan Bupati yang yang dibaca olehnya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Kemenpora atas pelaksanaan kegiatan ini.
“Pemerintah Kabupaten Lampung Utara sangat mengapresiasi langkah Kemenpora dalam memberdayakan pemuda di daerah. Kami berharap para pemuda Lampung Utara tidak takut bermimpi besar, berani membangun usaha dari potensi lokal, tekun, pantang menyerah, serta mampu memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan usaha demi kemajuan bersama,” ujar Asisten I dalam sambutannya.
Sementara itu, Deputi Pelayanan Kepemudaan Kemenpora yang diwakili oleh Analis Kebijakan Ahli Utama, Dr. Dwi Jayanto Sarosa Putra, secara resmi membuka kegiatan pelatihan tersebut.
“Kemiskinan ekstrem bukan hanya masalah ekonomi, tetapi juga menyangkut akses, informasi, dan pendidikan. Kewirausahaan hari ini tidak sekadar berdagang, tetapi juga melibatkan inovasi dan pengembangan teknologi. Melalui pelatihan ini, kami berharap peserta tidak hanya memperoleh kemampuan teknis, tetapi juga memiliki pola pikir kewirausahaan yang tercerahkan,” ungkapnya.
Adapun pemateri dalam kegiatan ini berasal dari Bappeda, Bank Lampung, dan HIPMI Lampung Utara, yang membawakan materi seputar perencanaan usaha, akses permodalan, serta strategi membangun jejaring bisnis berbasis lokal.
Acara ditutup dengan foto bersama seluruh peserta dan narasumber, dilanjutkan dengan sesi istirahat sebelum memasuki materi pelatihan lanjutan. (bento)

