BANDAR LAMPUNG – Bintang Broadcast Media – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung bergerak cepat menyikapi kendala teknis yang dialami sejumlah peserta dalam pelaksanaan tes Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMA tahun 2026.Kepala Disdikbud Provinsi Lampung, Thomas Amirico, S.STP., M.H., memastikan seluruh peserta yang mengalami gangguan saat pelaksanaan tes akan mendapatkan kesempatan mengikuti tes ulang guna menjamin keadilan dan hak setiap calon murid.
Menurut Thomas, hasil evaluasi pada sesi pertama pelaksanaan tes menemukan adanya sejumlah peserta yang mengalami keterlambatan login hingga gangguan teknis yang menyebabkan mereka tidak dapat mengikuti ujian secara optimal.
“Kami sudah melakukan pengecekan pada sesi pertama. Ada beberapa siswa yang terlambat login dan ada juga yang mengalami kendala teknis. Seluruh laporan tersebut kami rekap dan verifikasi untuk memastikan peserta yang benar-benar mengalami masalah mendapatkan kesempatan tes ulang,” kata Thomas.
Berdasarkan data sementara Disdikbud Lampung, tercatat sekitar 20 peserta di SMA Negeri 2 Bandar Lampung mengalami kendala saat pelaksanaan tes. Selain itu, terdapat empat peserta di SMA Negeri 14 Bandar Lampung serta sejumlah peserta di SMA Negeri 9, SMA Negeri 5, dan beberapa sekolah di kabupaten lain yang juga dilaporkan mengalami masalah serupa.
Thomas menegaskan, kebijakan tes ulang merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga prinsip keadilan dan transparansi dalam pelaksanaan SPMB.
“Kami ingin memastikan seluruh peserta memperoleh waktu yang cukup dan kesempatan yang sama untuk mengerjakan soal sesuai durasi yang telah ditentukan. Jangan sampai ada siswa yang dirugikan akibat kendala teknis di luar kemampuan mereka,” tegasnya.
Disdikbud Lampung saat ini telah menugaskan tim khusus untuk melakukan pendataan, verifikasi, serta menyampaikan informasi resmi kepada orang tua dan peserta yang terdampak. Setelah proses verifikasi selesai, para peserta akan dijadwalkan mengikuti tes ulang pada sesi kedua keesokan harinya.
Langkah tersebut mendapat perhatian serius dari Disdikbud Lampung mengingat pelaksanaan SPMB tahun ini mengedepankan sistem seleksi berbasis kompetensi yang menuntut akurasi dan integritas dalam setiap tahapan.
Thomas memastikan pihaknya akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap pelaksanaan tes agar seluruh proses penerimaan murid baru berjalan lancar, objektif, dan bebas dari persoalan teknis yang berpotensi merugikan peserta.
“Prinsip kami sederhana, setiap anak harus mendapatkan hak yang sama. Jika ada kendala teknis yang terbukti terjadi, maka negara harus hadir memberikan solusi dan memastikan keadilan bagi seluruh peserta,” pungkasnya.
(Roni Kabiro Bintang Broadcast Media Tanggamus)

