BANDAR LAMPUNG –Bintang Broadcast Media Pemerintah Provinsi Lampung terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui perluasan akses pendidikan. Di bawah kepemimpinan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, berbagai program strategis diluncurkan untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak putus sekolah agar dapat kembali melanjutkan pendidikan.
Gubernur yang akrab disapa Mirza menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM merupakan salah satu prioritas utama Pemerintah Provinsi Lampung. Menurutnya, pendidikan menjadi fondasi penting dalam menciptakan generasi yang mampu bersaing dan berkontribusi terhadap pembangunan daerah.
Sebagai langkah nyata, melalui Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, Pemprov Lampung menghadirkan dua skema pendidikan yang lebih fleksibel, yakni Program SMA Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) dan SMA Terbuka.
Program SMA PJJ diselenggarakan dengan SMA Negeri 2 Bandar Lampung sebagai sekolah induk. Program ini ditujukan bagi anak-anak putus sekolah berusia 16 hingga 18 tahun yang telah berhenti sekolah minimal satu tahun setelah menyelesaikan jenjang pendidikan sebelumnya.
Pembelajaran dirancang secara adaptif dengan komposisi 70 persen daring dan 30 persen tatap muka, sehingga peserta didik tetap dapat belajar meski memiliki keterbatasan jarak maupun aktivitas lainnya. Lulusan program ini akan memperoleh ijazah resmi dari SMA Negeri 2 Bandar Lampung.
Selain itu, Pemprov Lampung juga membuka Program SMA Terbuka bagi masyarakat berusia 15 hingga 21 tahun, baik yang telah lulus SMP namun belum melanjutkan pendidikan maupun yang putus sekolah saat menempuh SMA.
Melalui sistem pembelajaran yang fleksibel dengan kegiatan tatap muka dua kali dalam sepekan, peserta didik tetap dapat menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa mengabaikan pendidikan. Masa studi berlangsung selama tiga tahun dan seluruh lulusan memperoleh ijazah yang sah.
Dalam dialog bersama masyarakat saat kunjungan kerja di Kecamatan Pugung Raharjo, Kabupaten Lampung Timur, Senin (6/7/2026), Mirza juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung akan meluncurkan program Satu Desa Satu Sarjana mulai tahun depan.
“Program ini bertujuan mencetak minimal satu sarjana di setiap desa yang nantinya diharapkan kembali membangun daerah asalnya sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Provinsi Lampung,” ujar Mirza.
Selain memperluas akses pendidikan, Pemprov Lampung juga terus mendorong pembangunan ruang kelas baru guna meningkatkan kapasitas layanan pendidikan di berbagai wilayah.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung Thomas Amirico menjelaskan bahwa SMA Negeri 2 Bandar Lampung dipilih sebagai sekolah induk Program SMA PJJ agar kualitas layanan pendidikan tetap terjaga.
Pendaftaran Program SMA PJJ telah dibuka dan berlangsung hingga 31 Juli 2026. Selain SMA Negeri 2 Bandar Lampung, program ini didukung oleh tiga sekolah mitra, yaitu SMAN 1 Pagar Dewa (Lampung Barat), SMAN 1 Gunung Sugih (Lampung Tengah), dan SMAN 1 Rawa Jitu Selatan (Tulang Bawang).
Thomas menjelaskan, peserta Program SMA PJJ wajib merupakan anak yang telah putus sekolah minimal satu tahun. Apabila lokasi tempat tinggal peserta jauh dari sekolah induk, guru dapat mendatangi lokasi belajar siswa sehingga proses pembelajaran tetap berjalan optimal.
“Kami berharap program ini mampu menekan angka putus sekolah di Provinsi Lampung sekaligus memperluas akses pendidikan bagi seluruh masyarakat,” kata Thomas.
Untuk Program SMA Terbuka, pendaftaran dijadwalkan mulai 20 Juli hingga Agustus 2026. Program ini akan dilaksanakan di 15 SMA Negeri yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Lampung.
Thomas juga mengajak seluruh kepala desa dan camat untuk aktif menyosialisasikan program tersebut agar masyarakat yang putus sekolah dapat kembali memperoleh kesempatan menyelesaikan pendidikan menengah.
“Silakan para kepala desa dan camat menyosialisasikan program ini kepada masyarakat. Yang terpenting, seluruh layanan pendidikan ini gratis dan kuota peserta tidak dibatasi,” tegasnya.(Red)

