Bandar Lampung– Wacana penggabungan sembilan desa di Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, ke wilayah administrasi Kota Bandar Lampung terus menjadi sorotan publik. Selain memunculkan pro dan kontra, kebijakan tersebut juga memantik pertanyaan mengenai masa depan rencana pembentukan **Daerah Otonomi Baru (DOB)** di kawasan Jati Agung.
Sejumlah kalangan menilai, apabila wilayah yang selama ini menjadi pusat pertumbuhan Jati Agung masuk ke Kota Bandar Lampung, maka peluang pembentukan DOB dapat terdampak. Pasalnya, salah satu aspek penting dalam pembentukan daerah baru adalah luas wilayah, jumlah penduduk, potensi ekonomi, serta kemampuan penyelenggaraan pemerintahan.
Pengamat tata pemerintahan menilai perubahan batas administrasi dapat memengaruhi kajian kelayakan apabila di kemudian hari terdapat usulan resmi pembentukan DOB. Namun, penilaian tersebut tetap harus didasarkan pada kajian akademik dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Di sisi lain, muncul pertanyaan di tengah masyarakat: **apakah wacana penggabungan sembilan desa ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat Kota Bandar Lampung, atau justru akan berdampak terhadap peluang lahirnya DOB Jati Agung?**
Hingga saat ini, **belum ada pernyataan resmi dari Gubernur Lampung maupun Pemerintah Provinsi Lampung yang menyebut bahwa wacana tersebut bertujuan menghentikan atau menghambat pembentukan Daerah Otonomi Baru**. Pemerintah sendiri masih menempatkan isu tersebut dalam ranah kajian dan pembahasan.
Terlepas dari berbagai spekulasi yang berkembang, sejumlah pihak berharap setiap kebijakan mengenai perubahan wilayah dilakukan secara transparan, berbasis kajian akademik, serta melibatkan aspirasi masyarakat agar menghasilkan keputusan yang benar-benar memberikan manfaat bagi pembangunan daerah dan pelayanan publik.
Polemik sembilan desa Jati Agung diperkirakan masih akan menjadi isu strategis di Provinsi Lampung, mengingat kawasan tersebut terus berkembang sebagai daerah penyangga Kota Bandar Lampung dengan pertumbuhan penduduk, permukiman, dan aktivitas ekonomi yang pesat.
