Cerita Lucu Sabtu Sore

0

 

 

 

 

Ada sebuah warung makan yang sudah berdiri sangat lama.

Bertahun-tahun warung itu menjadi tempat orang singgah. Dulu ramai, meja selalu penuh, dan pelanggannya datang silih berganti.

Namun, seiring berjalannya waktu, masakannya mulai kehilangan rasa. Meja-meja mulai kosong, pelanggan mulai berkurang, bahkan beberapa orang mulai mengeluhkan pelayanan.

Anehnya, pemilik warung tidak sibuk memperbaiki dapur, mengganti bahan masakan, atau mengevaluasi pelayanannya.

Justru ia lebih sibuk mengintip warung baru yang sedang dibangun di ujung jalan.

Warung baru itu bahkan belum buka. Cat temboknya masih basah, meja belum tertata, kompor belum dinyalakan, dan pemiliknya masih sibuk menyapu halaman.

Tapi anehnya, warung baru itu sudah menjadi bahan pembicaraan setiap hari.
Katanya makanannya tidak enak. Katanya pelayanannya buruk. Katanya tidak akan ada yang mau datang.

Lho, kok bisa tahu?
Warungnya saja belum buka, kok sudah hafal rasanya?

Lebih lucu lagi, ada seekor Kancil yang setiap hari mondar-mandir membawa kabar dari warung lama ke warung baru.

Kalau pelanggan bertanya kenapa masakannya mulai hambar, si Kancil langsung berteriak:

“Jangan lihat warung kami! Lihat warung sebelah sana! Mereka lebih bermasalah!”
Padahal yang ditanya rasa masakan warung lama, bukan menu warung sebelah.

Mungkin Kancil lupa, pelanggan datang ke warung untuk mencari makanan, bukan untuk mendengarkan gosip dapur tetangga.

Sebab, warung yang benar-benar punya kualitas tidak perlu sibuk menjelekkan warung sebelah. Cukup perbaiki rasa, jaga pelayanan, dan biarkan pelanggan yang menilai.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini