Cuaca Ekstrem Landa Pesisir Bandar Lampung, Puluhan Kapal Nelayan Tak Melaut

0

 

 

 

Bandar Lampung – Bintang Broadcast Media
Cuaca ekstrem yang melanda kawasan pesisir Bandar Lampung dalam beberapa hari terakhir memaksa aktivitas nelayan berhenti total. Hujan deras disertai angin kencang dan gelombang tinggi membuat puluhan kapal jaring rampus memilih bersandar di dermaga.

Kondisi ini paling terasa di kawasan Pelabuhan Bom dan Gudang Lelang, Kecamatan Bumiwaras. Para nelayan enggan mengambil risiko dengan tetap melaut di tengah cuaca yang tak menentu. Sebagian besar memilih memperbaiki jaring, merawat kapal, dan menunggu cuaca kembali bersahabat.

“Udah beberapa hari ini kapal cuma diam di dermaga. Ombak tinggi, angin kencang, kalau maksa melaut ya nyawa taruhannya,” ujar Komarudin, nelayan setempat, Minggu (6/7/2025).

Menurutnya, sejak cuaca memburuk, penghasilan turun drastis. Dalam kondisi normal, satu kali melaut bisa membawa pulang hasil yang cukup untuk kebutuhan harian. Tapi sekarang, penghasilan bisa turun hingga 40 persen.

Tak hanya di Bandar Lampung, kondisi serupa juga terjadi di pesisir Kota Agung, Kabupaten Tanggamus. Toni, seorang nelayan lokal, mengaku sudah tiga hari tidak bisa berangkat ke laut.

“Kalau tetap berangkat, risikonya besar. Lebih baik diam dulu, tunggu reda,” ujarnya.

Pelelangan Sepi, Ekonomi Nelayan Terpukul
Dampak cuaca ekstrem juga merambat ke aktivitas di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Gudang Lelang. Biasanya ramai dengan lalu lalang hasil tangkapan segar, kini terlihat lengang. Pasokan ikan menurun karena banyak kapal yang tak beroperasi.

Nelayan hanya bisa berharap cuaca kembali normal dalam waktu dekat agar bisa kembali melaut dan memulihkan pendapatan yang terhenti.

Sebelumnya, fenomena cuaca buruk juga sempat menghantam kawasan Teluk Betung, terutama di Kampung Nelayan, Teluk Betung Timur. Beberapa bagan milik nelayan rusak akibat dihantam ombak dan angin kuat.

“Kami lebih baik berhenti sementara daripada memaksakan diri. Musim pancaroba seperti ini memang penuh risiko,” ujar Aco Tile, nakhoda kapal congkel di kawasan tersebut.

Musim peralihan seperti sekarang memang menuntut nelayan lebih waspada. Di tengah keterbatasan, mereka tetap menjaga semangat, sembari menanti angin baik dan laut tenang kembali datang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini