BANDARLAMPUNG — Bintang Broadcast Media- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung mendorong transformasi pendidikan vokasi melalui program SMK Berdampak untuk Lampung, dengan target 70 persen lulusan terserap kerja dan 30 persen berwirausaha pada 2029.
Program yang selaras dengan arah pembangunan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal ini menitikberatkan pada empat agenda prioritas: penguatan Link and Match serta Teaching Factory, pengembangan kewirausahaan melalui program Satu SMK Satu Produk, sertifikasi bahasa bagi siswa, dan kerja sama dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK).
Kepala Disdikbud Provinsi Lampung, Thomas Americo, S.STP., M.H., tercantum dalam materi publikasi program tersebut sebagai bagian dari jajaran pimpinan yang mengawal arah kebijakan pendidikan daerah.
Hingga 2029, program ini menargetkan 100 persen SMK memiliki Teaching Factory, 100 persen sekolah mengembangkan produk unggulan, seluruh siswa memperoleh sertifikat bahasa, serta seluruh lulusan terlacak.
Namun, keberhasilan program tidak cukup diukur dari target di atas kertas. Kunci utamanya adalah penyerapan kerja yang nyata, kesesuaian kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri, dan keberlanjutan usaha alumni.
Disdikbud Lampung perlu memastikan implementasi program didukung data capaian yang transparan, kemitraan industri yang konkret, serta evaluasi berkala agar target 2029 benar-benar berdampak bagi lulusan dan perekonomian daerah.(Rn)
Bintang Broadcast Media — Tajam, Berimbang, dan Terpercaya.

