LAMPUNG SELATAN — BINTANG BROADCAST MEDIA — Polemik terkait pemberitaan yang menyoroti pengelolaan SPPG Muara Putih, Kecamatan Natar, Lampung Selatan, mendapat bantahan dari pihak internal SPPG.
Kepala SPPG Muara Putih Natar, Lhutfia Dwi Jayanti, menegaskan bahwa setiap pembinaan maupun pemberian sanksi terhadap relawan dilakukan berdasarkan aturan kerja dan bukan karena faktor pilih kasih.
Menurut Lhutfia, penerapan disiplin merupakan bagian dari tanggung jawabnya sebagai kepala SPPG untuk memastikan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan sesuai petunjuk teknis (juknis) dan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.
“Saya sebagai Kepala SPPG harus bertindak tegas terhadap semua relawan. Semua relawan saya berlakukan sama. Jika ada keteledoran ataupun kecerobohan, pasti kami berikan teguran dan sanksi tegas guna menerapkan kedisiplinan agar program MBG ini berjalan dengan baik sampai kepada anak-anak penerima manfaat,” ujar Lhutfia.
Ia secara tegas membantah tudingan bahwa dirinya memberikan perlakuan berbeda kepada relawan tertentu.
“Tidak benar saya dibilang pilih kasih. Semua ada aturannya,” tegasnya.
Soal Kebersihan Dapur, Kepala SPPG: Nomor Satu
Tak hanya mengenai pemberian sanksi, Lhutfia juga menanggapi pernyataan yang menyebut persoalan kebersihan dapur kurang mendapat perhatian.
Ia menegaskan bahwa aspek kebersihan dan higienitas justru menjadi salah satu perhatian utama dalam aktivitas SPPG.
“Saya selalu menekankan kepada seluruh relawan, kebersihan nomor satu. Kami harus menjaga dapur tetap higienis dan terjaga di setiap divisi,” katanya.
Menurutnya, standar kebersihan tidak dapat ditawar karena aktivitas dapur SPPG berkaitan langsung dengan makanan yang akan dikonsumsi penerima manfaat program MBG.
Tim media juga meminta keterangan dari sejumlah relawan saat berada di lokasi SPPG Muara Putih Natar.
Salah seorang relawan menyatakan tidak sependapat dengan informasi yang menyebut adanya perlakuan pilih kasih oleh kepala SPPG.
“Tidak benar sama sekali berita itu. Kami merasa kepala kami sangat baik, profesional dan selalu memberikan arahan dalam setiap aktivitas. Bahkan ada yang kena SP saja masih banyak diberi toleransi,” ungkap relawan tersebut.
Ia menilai pemberian teguran atau sanksi merupakan konsekuensi dari penerapan disiplin apabila terdapat kelalaian dalam menjalankan tugas.
“Namanya kita kerja, apalagi ini menyangkut orang banyak, wajar kalau di antara kami ada yang kena sanksi jika ada kecerobohan,” lanjutnya.
Pihak SPPG Muara Putih Natar menyatakan akan tetap menjalankan pelayanan program MBG dengan mengedepankan kedisiplinan, kebersihan, tanggung jawab serta kepatuhan terhadap SOP dan juknis yang berlaku.
Polemik tersebut sekaligus menjadi momentum bagi pengelola SPPG untuk memastikan setiap proses kerja dapat dipertanggungjawabkan dan seluruh relawan memahami standar tugas masing-masing.
Bintang Broadcast Media menempatkan keterangan Kepala SPPG dan relawan tersebut sebagai bagian dari hak jawab atas informasi yang sebelumnya beredar. Adapun substansi tudingan yang menjadi dasar pemberitaan sebelumnya tetap memerlukan konfirmasi dari pihak-pihak terkait agar publik memperoleh informasi yang utuh, berimbang dan dapat diverifikasi.(Red)
BINTANG BROADCAST MEDIA — Lugas, Aktual dan Terpercaya.

